ASIK! Creative Class Broadcasting

Tangerang, 31 Januari 2026

ASIK kembali menghadirkan kelas training yang keren dan relevan buat anak muda yang rindu bertumbuh, bukan cuma secara rohani, tapi juga skill. Kali ini, ASIK! Creative Class Broadcasting jadi ruang belajar yang penuh insight, praktik, dan inspirasi. Nggak main-main, kelas ini langsung menghadirkan 4 pembicara yang pakar di bidang broadcasting.

Acara dibuka dengan pengenalan Komunitas ASIK (Aku Suka Ikut Kristus) oleh Bapak Yancen Piris selaku Head of Mission Department. Dalam pemaparannya, Pak Yancen menekankan bahwa “bertumbuh” adalah pilar kedua setelah berakar dan sebelum berbuah. Tujuannya jelas: memperlengkapi anak muda dengan skill, salah satunya broadcasting, agar bisa menjadi sarana untuk mengabarkan kabar baik secara kreatif dan relevan.


Menulis untuk Didengar, Bukan Dibaca

Sesi pertama dibawakan oleh Bapak Jose Marwoto (Head of Heartline Network), seorang Senior Radio Content Creator & Writing Specialist. Dengan topik “Write for Ear – Menulis untuk Telinga”, peserta diajak memahami bahwa naskah radio bukan sekadar tulisan, melainkan ucapan yang akan didengar.

Mulai dari intonasi seperti sedang mengobrol dengan pendengar, membangun percakapan yang menyentuh emosi, hingga menciptakan theater of mind, semua dibahas dengan contoh nyata yang dekat dengan dunia anak muda.


Rahasia Public Speaking yang Efektif

Masuk ke sesi kedua, Bapak Kitting Lee (Station Manager Heartline Tangerang & Professional Speaker) membagikan “The Secret of Public Speaking”. Peserta belajar tentang pentingnya persiapan, sikap tubuh, cara mengatasi rasa gugup, serta bagaimana memainkan intonasi agar pesan tersampaikan dengan kuat dan percaya diri.

Sesi ini membuka mata bahwa public speaking bukan soal bakat semata, tapi skill yang bisa terus dilatih.


Seni Menjadi Penyiar Radio

Sesi ketiga dibawakan oleh Ka Eva Kristine, Penyiar dan Music Director Heartline Tangerang sekaligus Broadcast Journalist. Dengan topik “The Art of Radio Presenting”, Ka Eva mengajak peserta memahami seni menjadi penyiar radio yang peka terhadap situasi.

Kapan harus santai, kapan harus serius, teknik pernapasan, olah vokal, hingga membangun suasana siaran yang hidup—semuanya dibahas dengan sangat aplikatif.


Belajar Depth Interview dengan Empati

Sebagai penutup materi, Ka Versiana Eiffel (Penyiar Heartline Tangerang & Broadcast Journalist) membawakan sesi Depth Interview. Peserta diajak memahami pentingnya membangun percakapan yang penuh empati, menciptakan rasa percaya dengan narasumber, menyusun pertanyaan terbuka, sekaligus mengetahui batasan kapan harus berhenti bertanya.

Sesi ini mengingatkan bahwa wawancara yang baik bukan hanya soal pertanyaan yang tajam, tapi juga hati yang peka.


Harapan untuk Kelas Selanjutnya

Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan pembicara. Banyak peserta yang merasa terberkati dan mendapat insight baru dari kelas ini.

“Aku berharap nanti ada next class lagi. Semoga aku bisa join lagi dan teman-teman lain juga bisa ikut.”
– Mei

“Aku juga terkejut karena ternyata dapat banyak insight dari acara ini. Harapanku semoga YASKI dan ASIK bisa terus membuat acara seperti ini dan membina anak-anak selanjutnya untuk menggunakan skill mereka dalam penyebaran kabar baik.”
– Ein

Kelas Kreatif ini adalah bagian dari gerakan ASIK yang sudah berjalan di berbagai kota. Ke depannya, ASIK akan terus membuka kelas lanjutan broadcasting dan kelas kreatif lainnya agar semakin banyak anak muda bisa bertumbuh dan berdampak.

Jadi, buat kamu yang di luar Tangerang—siap-siap ya!

Tunggu kedatangan Tim ASIK di kota kamu.

Tuhan memberkati. GBU 🙌